Kapan Mau Pakai Kain Kafan ?

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sesungguhnya milik Allah akan kembali kepada Allah. Telah meninggal dunia saudara Fulan umur 51 tahun…

Suara itu menggema ke seluruh kampung dari speaker mushola tak jauh dari rumah.

Minggu lalu ada hal yang sama pula. Suara dari speaker yang sama. Namun kali ini yang meninggal masih sangat muda. Baru masuk kuliah.

Di tempat lain, seorang teman bercerita bahwa kakaknya telah meninggal ketika duduk di bangku SMA.

“Padahal tinggal seminggu lagi ujian kelulusan,” ucapnya, getir.

Kakak perempuannya meninggal gara-gara penyakit kista. Keluarga yang ditinggalkan tentu teramat sedih, teman dekatnya juga menjerit bahkan sepeninggalnya sahabatnya itu kerap main ke rumah karena sudah menganggap saudara.

Semua serba mendadak, semua serba tak terduga. Kematian.

Kematian, mengenakan kafan. Kapan?

Mati itu keluarnya ruh dari jasad. Ilmu kedokteran katakan orang baru bisa disebut mati bila jantung sudah berhenti berdetak. Al-Qur’an sendiri mengatakan, mati itu terpisahnya ruh dari jasad dan hidup adalah bertemunya ruh dengan jasad.

Allah berfirman dalam surat Al A’raaf 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)

Allah mencipta kita berupa janin dalam rahim ibunda, saat usia janin mencapai kisaran 120 hari, Allah meniupkan Ruh yang tersimpan dialam Ruh itu dalam Rahim ibu, janin itu pun hidup, ditandai dengan mulai berdetaknya jantung janin tersebut. Itulah ketika kehidupan manusia yang pertama kali, lalu lahir ke dunia oeek…oeeek…berupa seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi anak, menjadi remaja, dewasa, dan tua sampai akhirnya datang saat berpisah kembali dengan tubuh tersebut. Atau bisa juga, ketika bayi lalu meninggal, ketika anak-anak meninggal, ketika remaja meninggal hingga saat tua meninggal. Semua kemungkinan bisa terjadi.

Ketika tepat di waktu yang ditetapkan, Allah akan mengeluarkan Ruh dari jasad. Itulah saat kematian yang kedua kalinya. Allah menyimpan Ruh dialam barzakh, dan jasad akan hancur dikuburkan di dalam tanah. Tak ada daya dan tak bisa gaya.

Kapan kenakan kafan?

Bila kita berbicara dengan orang sunda tentang “kafan” saat itu juga kita akan mendengar kata “kapan” ?

Bisa kapan pun. Allah punya kuasa. Besok, lusa, minggu depan atau ketika Anda membaca tulisan ini.

Tak juga peduli kau muda atau renta. Tak peduli miskin atau berharta raya. Toh, akan kenakan kain kafan yang sama murah, bukan yang mahal, karena pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang terbuang sia-sia. Mahal atau murahnya kafan yang akan kita gunakan, tak ada efeknya buat jenazah di alam kubur. Sama sekali.

Sungguh, kita hanya perlu menyibukkan bawa “apa” daripada sibuk bertanya “kapan”.

Mudah-mudahan kita diwafatkan, diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah.

Wallahua’lam.

Twitter: @paramuda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s