Mengapa Surga Di Telapak Kaki Ibu ? Kenapa Bukan Di Telapak Tangan ?

Sobat Noble’s – Pasti kita seringkali mendengar pepatah Surga Ditelapak Kaki Ibu. Lantas Mengapa bukan di telapak tangan ? Mungkin sobat pernah terlintas pemikiran seperti itu, hmmmm Bukankah penelitian mutakhir justru membuktikan bahwa belaian dan sentuhan tangan ibu merupakan hal terpenting faridnoblemans.com pada awal kelahirannya bagi si buah hati? 😀

Sebagai penjelasan sederhana, bahwa ibu memang seseorang yang harus di hormati melebihi seorang ayah. Rosul pernah menegaskan hormatilah ibumu, lalu ibumu, lalu ibumu baru kemudian ayahmu. Nah sudah mulai terbuka belum pemikiran sobat ? 🙂

Sudah Membaca Kisah Insfiratif tentang Mencari Kesempurnaan sob?

Baca Dulu : Kisah Inspiratif : Mencari Sebuah Kesempurnaan ^_^

“Surga ada di telapak kaki ibu” Demikian bunyi sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad.

Dalam kajian lisan seperti ceramah atau wacana tertulis dalam buku atau artikel, pengertian hadis tersebut hampir selalu sama. Yaitu merupakan faridnoblemans.com sanjungan dan penghargaan bagi para ibu.

Seorang anak harus sopan, melindungi dan menyayangi ibu. Seorang ibu dapat menuntut pada anak karena tidak akan masuk surga jika tidak berbakti pada ibu.

Seperti itukah pengertian yang dimaksud Nabi?

Tentu ada makna yang dalam di balik pernyataan “surga di telapak kaki ibu”, bukan di tangan atau di pangkuan. Kita perlu menyingkap makna tersebut agar dapat me-setting diri dan lingkungan.

14439_521389047933489_669049026_n

Telapak kaki adalah organ tubuh di mana seseorang membuat jejak perjalanan. Jejak kaki ibu adalah langkah-langkah seorang ibu dalam membesarkan anaknya dari detik, menit, hari, minggu, bulan hingga bilangan tahun. Setiap perlakuan ibu, ucapan, sentuhan, selalu ada bekas di otak anaknya. bener ga sob ? ibu itu selalu kita panggil di setiap waktu apa-apa kita panggil ibu ibu dan ibu, disadari atau tidak, tapi percayalah 😀 faridnoblemans.com Apapun yang ibu lakukan dan berikan, kemana saja ibu membawa sang anak, akan terekam dalam otak anak dan dapat menimbulkan efek di masa datang.

Dulu manusia menganggap bahwa manusia dilahirkan seperti kain putih. Kini penelitian membuktikan bahwa karakter sudah dibentuk sejak dalam kandungan. Yang membuat bayi tumbuh dan berkembang adalah gerakan atau kontraksi uterus.

Perjalanan ibu membesarkan anak merupakan proses perjalanan pembangunan pikiran anak

Jika emosi ibu selama hamil stabil dan tenang maka gerakan uterus akan lembut sehingga membentuk karakter anak yang lembut dan tenang.

nah bagi yang belum tau baca baik-baik ya sob, selama masih ada sayangi beliau 🙂

Jika selama mengandung, ibu sering kali emosi atau tegang maka gerakan uterus pun kasar dan tidak stabil. Saat itulah sikap kasar dan tempramen keras sudah mulai ditanamkan pada anak. Surga ada di telapak kaki berarti surga ada dalam perjalanan ibu mengurus anak. Jejak-jejak ibu pada anak sejak masa kehamilan, ketika dalam buaian dan pangkuan, sampai ia lepas, hingga akil baligh yaitu ketika anak mulai dikenai dosa dan pahala, itulah yang menentukan akan menjadi seperti apa seorang anak kelak.

maka dari itu

sebelum kamu meminang seorang perempuan yang akan menjadi istri mu pastikan untuk melihat hal ini dahulu 🙂 cekidot

artikelnya cooming soon ya gan 😀 heheh

 11419138_468529539982256_182801915_n

Baca Juga : Maafkan Aku, Jika Calon Imammu Ini Masih Saja Membuatmu Menunggu

Perjalanan ibu membesarkan anak merupakan proses perjalanan pembangunan pikiran anak. Apakah langkah ibu membuat anak menemukan kebenaran dan ayat Allah Swt? Bisakah jejak kaki ibu mengantarkan anak ke surga?

Dengan pemahaman seperti ini, hadits ini faridnoblemans.com bukan sekedar tuntutan hak ibu pada anaknya, namun lebih pada kewajiban ibu agar langkah-langkahnya sejak kehamilan hingga anak baligh mampu mengantarkan anaknya ke surga. Seorang anak akan bersikap sopan dan khidmat serta berbakti, jika ada jejak langkah ayah ibunya memberikan contoh sikap serupa pada kedua orangtua mereka sendiri.

Sumber : pemikiran ane sendiri dan Bahagia Mendidik Mendidik Bahagia, oleh Ida S. Widayanti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s