Edisi Jum’atan : Menenun Benang Hingga Menjadi Kain

Sobat Noble’s – Umat Muslim yang benar – benar muslim (Taqwa) akan senantiasa melaksanakan segala perintah Allah SWT dalam kondisi apapun.

Contohnya :
Berdiri adalah rukun shalat, sehingga orang yang shalatnya tidak berdiri maka shalatnya tidak sah.

Namun khusus buat orang yang sakit dan tidak mampu berdiri dengan benar kecuali dengan bersandar, dibolehkan berdiri dengan bersandar. Begitu baiknya Islam pada setiap umatnya ya ๐Ÿ˜‰ย 

Bila tidak mampu juga, maka dibolehkan shalat dengan tanpa berdiri, sehingga posisinya cukup dengan duduk saja. Dan bila tidak mampu duduk sendiri, dibolehkan duduk sambil bersandar.

Dasarnya adalah hadits nabawi berikut ini :

ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุจููŠ ุจูŽูˆูŽุงุณููŠุฑู ููŽุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ : ุตูŽู„ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽู‚ูŽุงุนูุฏู‹ุง ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽู†ู’ุจููƒูŽ

Dari Imran bin Hushain berkata,โ€Aku menderita wasir, maka aku bertanya kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda,โ€Shalatlah sambil berdiri, kalau tidak bisa, maka shalatlah sambil duduk. Kalau tidak bisa, shalatlah di atas lambungmu. (HR. Bukhari)

sudah jelas bukan sob, ini adalah tentang bagaimana kita mensyukuri nikmat juga, karena apa ? dalam islam segala sesuatu sudah sangat di jaga dan perhatikan, dalam solat saja sudah di peringankan bukan ?

Baiklah, artikel kali ini sedikit berbagi saja mengenai ceramah khotib kala tadi saya sedang melaksanakan ibadah sholat jum’at, ya mumpung ada waktu dan ingat saya sempatkan untuk menulisnya di blog ini hehehe …

Menenun Benang Hingga Menjadi Kain

Tidak terasa bulan ramadhan sudah hampir satu bulan berlalu, apakah ibadah kita tetap mantap seperti kala di bulan ramadhan atau malah jadi menurun sob ? inilah awal kalimat yang saya simak dari perkataan si khotib..

Dahulu kala semenjak di jaman nabi, rosululloh melihat seorang nenek-nenek tua yang sedang mencari benang untuk di jahit, saya kurang begitu ingat apakah khotib menyampaikan perkataan rosululloh memberi benang atau bagaimana, takut salah hee yang jelas ada pelajaran yang berbaharga disini… ๐Ÿ˜€

Rosullulloh melihat apa yang nenek-nenek itu lakukanย dengan benang nya itu, dan sekian lama nenek-nenek itu menenun benangnya sehingga menjadi kain, namun ketika sudah menjadi selembar kain nenek-nenek tersebut membongkarnya lagi sehingga benang yang sudah ia selesaikan menjadi kain menjadi benang kembali, terus aja seperti itu sampai nenek-nenek itu pun wafat.

kata khotib itu “Lamun di pikir ceuk urang mah nini nini eta teh nanaonannya, eweuh gawe sapopoe ngan saukur ngajahit ai geus jadi kaen kalah di purudulkeun jadi benang deui” (bahasa sunda). “Kalo di pikir kata saya nenek-nenek itu ngapain, tidak ada kerjaan seharian cuma menjahit, setelah menjadi kain malah di buka menjadi benang kembali” ๐Ÿ˜€

nah sob sudah terpikir apa kata mutiara yang di sampaikan khotib tersebut di ceramah jumat kali ini?

Tepatnya sepert ini :

Hidup kita contohnya di bulan ramadhan seperti yang saya singgung di atas, bahwasanya hidup kita jangan seperti nenek-nenek tersebut. Kita ketika bulan ramadhan begitu getol dalam beribadah, sampai khatam al’quran, berdzikir berjam-jam, solat selalu tepat waktu malah sampai solat sunah pun begitu getol kita lakukan, dan tidak lupa sodaqoh setiap hari.ย 

apa yang kita lakukan tersebut sama halnya kita menenun benang, kita menenun sebuah pahala dalam diri kita sehingga mantap dan sudah menjadi sebuah Bangunan Pahala, Tapi …

Setelah bulan Ramadhan berlalu, iman kita pun merosot lagi amal-amalan kita menjadi menurun bahkan sampai terjerumus kembali kepada kelalaian yang membuat amalan kita habis untuk menebus dosa tersebut..

kalo seperti ini terus, Lantas apa bedanya kita dengan nenek-nenek tersebut sob ?

๐Ÿ™‚ย 

Kita menenun sebuah pahala sehingga menjadi sebuah bangunan pahala yang megah, tapi kita merobohkanย nya lagi dengan segala kelalaian dan kekhilafan yang berbuah menjadi dosa sebagai penghancur bangunan pahala yang sudah kita bangun dengan susah payah itu.

Untuk agar tetap berdiri kokoh terus tingkatkan kualitas diri jangan sampai menurun gan ๐Ÿ™‚ ya sama halnya yang kita lakukan saat bulan ramadhan, bulan di mana kita berlomba – lomba mendapatkan pahala yang berlimpah. nah tetaplah getol seperti hal nya bulan ramadhan insyaAllah hidup kita akan berkah.. aamiiin

Ayo gannnn …. hidup kita jangan seperti nenek-nenek tersebut, ayo bangkit tidak mau kan hidup kita sia-sia? ๐Ÿ˜‰

~Sekian

Advertisements

2 thoughts on “Edisi Jum’atan : Menenun Benang Hingga Menjadi Kain

  1. Pingback: Shalatmu Terasa Berat Sob ? Ketahuilah Itu Pertanda Kamu Termasuk Orang Munafik ! | ~Faridnoblemans~

  2. Pingback: Bermuhasabah dengan Mengingat Azab Neraka yang Sangat Pedih | ~Faridnoblemans~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s