Nih !! Pengertian dan Hukum Selfie dalam (Islam)

Hallo Noble’s,
Kalian sudah tidak asing lagi kan dengan selfie?
Selfie merupakan fenomena yang sangat populer di zaman sekarang apalagi untuk kalangan anak muda yang sering menggunakan media sosial, karena apa? perangkat gadget yang sudah serba canggih (smartphone, laptop, dll) yang sudah di lengkapi dengan kamera, pasti dong fitur yang canggih tersebut ga mau di sia-siakan untuk mengabadikan moment, namun ada sesuatu yang perlu sobat Noble’s ketahui, sebelumnya sudah tau pengertiannya selfie belum ? jadi Pengertian Selfie itu sendiri adalah singkatan dari “self potrait” yang artinya foto hasil memotret diri sendiri.

Sejumlah literatur online menyebutkan, tahun 2013 secara resmi kata selfie masuk kedalamOxford English Dictionary.

“Selfie adalah salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya,” ujar Dr Mariann Hardey, seorang pengajar di Durham University dengan spesialisasi digital social media, seperti dikutip Guardian (14/07).\

aritikel ini menyinggung dari artikel yang kemarin tentang Ratu Selfie, namun kali ini saya akan membahas tentang bagaimana sih pandangan islam tentang selfie? Nah kalian sobat Noble’s yang beragama islam perlu di ketahui hukum nya sendiri simak baik-baik deh ^_^ …

B0OMDPRCIAAL-4B

Hardey juga mengatakan bahwa dengan memamerkan foto-foto selfie tersebut, maka orang yang bersangkutan ingin terlihat ‘bernilai’, lebih-lebih apabila ada yang berkomentar bagus tentang foto tersebut.

Bagaimana Hukum Selfie dalam Islam

Dari penjelasan pengertian selfie di atas maka secara khusus hukum selfie dalam Islam, yaitu menumbuhkan sifat riya’ (ingin dipuji orang lain) dan ‘ujub (mengagumi diri sendiri) yang dilarang dalam Islam.

Rasulullah Saw melarang keras seseorang ujub terhadap dirinya. Bahkan, Rasulullah menyebutnya sebagai dosa besar yang membinasakan pelakunya.

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga dosa pembinasa: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya” (HR. Thabrani dari Anas bin Malik).

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang berkecukupan, dan yang tidak menonjolkan diri.” (HR. Muslim dari Abu Said al-Khudri).

Selfie lalu menyimpan foto untuk dokumentasi pribadi saja, tanpa dipublikasikan di media sosial, tentu saja tidak akan menimbulkan masalah, tidak berpotensi menumbulkan sikap riya’ dan ‘ujub.

Namun, jika diekspose di media sosial, jelas “ada maksudnya”. Maksud itulah yang bisa menurunkan akhlak mulia berupa rendah hati (tawadhu’).

Salah satu bukti Selfie bisa menimbulkan ‘ujub adalah munculnya penyakit depresi Facebook (Facebook despression), yaitu penyakit kejiwaan yang membuat seseorang merasa diabaikan setelah menulis status atau mengunggah foto karena tidak ada “like” dan/atau “komentar” dari siapa pun!

Demikian hukum selfie dalam Islam, yakni terkait sifat riya’ dan ‘ujub, bahkan juga potensial menumbuhkan takabur, meingat selfie biasanya sambil “mempertujukkan sesuatu”.

Bagaimana ? sudah mulai terbesit di benak kalian untuk merubah sikap tersebut ? pasti akan sulit untuk melangkah saat pertama kali, tapi yakinlah apabila niat kita untuk agama bukan semata-mata karena ingin dunia, pasti kita akan selamat. 🙂

buat sobat Noble’s,
Semoga saja kaum Muslim yang suka selfie tidak terjangkit kedua penyakit itu. Mungkinkah..??? Wallahu a’lam bish-shawabi.* 🙂

via duniaislam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s